Minggu, 10 November 2013

Bantai Jerawat Dengan Madu



Kecil. Merah. Beraninya keroyokan! Apalagi namanya kalau bukan jerawat. Hooh, bintil-bintil kemerahan nan menyebalkan satu ini jadi momok mengerikan buat seluruh umat manusia, eh tapi nggak tau ding kalau ada orang di belahan bumi sana yang mungkin justru mengadakan syukuran  karena jerawatan. Yang pasti, bagi saya jerawatan itu sangat memprovokasi untuk sekedar membenturkan wajah ke cermin. Sekali ngaca, jerawat melambai-lambai. Udah gitu, di jalan ditunjuk-tunjuk sama anak kecil, “Ihhh... mbaknyajerawatannn... mbaknya jerawataaaaaaan!” Suer, pingin nangis.
Jadilah saya melakukan berbagai usaha penyembuhan. Mulai dari yang rada menguras kantong. Iya... apalagi kalau bukan facial dan beli obat ke dokter kulit yang ternyata malah bikin ketagihan. Sembuhnya Cuma pas pakai itu obat. Obat habis, jerawat nongol lagi. Kesimpulannya, cara ini cuma ampuh untuk menambah kekayaan uang si dokter. Saya? Jebol dompet buat beli obat tanpa hasil memuaskan.
Pernah juga pakai cara praktis nan ekonomis, yaitu dengan lidah buaya campur tepung (tepung apa ya? Lupa... udah tiga tahun yang lalu soalnya. Pokoknya mah tepung), hasilnya? tak terdeteksi. Minum obat kembang bulan: hasil? Sama... nggak ngaruh. Makan tape sampai cuci muka pakai air beras (KERE MAKSIMAL). Ya, Allah... Begitu ampuhnya jerawat di muka saya kah? Entahlah yang pasti sekarang saya sedang melakukan treatment pembantai jerawat secara masal dengan cara baru:
Tadaaa... Pakai madu. Iya... madu. Menurut kabar-kabur dan hasil searching di internet, madu memang cukup mutakhir untuk menyembuhkan dan menghilangkan noda hitam bekas jerawat. Hasilnya? ya lumayan lah, jerawat jadi tak nampak dalam radius lima meter.. he
Dan inilah langkah-langkah menggunakan madu untuk bantai jerawattttt:
Yang harus disediakan:
1. Uang. Iya, Cek dompet kamu. Nggak lucu dong, saking obsesinya pingin nyoba treatment ini, beli madu tapi gak inget kalau gak punya duit. (guyonane garinggggg Pis, suerrrr).
2. Sediakan lilin plus korek. Oke, bukan buat ngipri. Ini cuma satu trik hemat dan praktis daripada menggunakan oven.
3. Sediakan satu sendok makan. Satu handuk kecil. Tisu. Air panas. Dan Pop Mie. Emmm... Baiklah, poin terakhir boleh diabaikan.
4. Madu (katanya sih) kalau bisa madu murni. Jangan sebangsa Madu Rasa yang kamu pakai.

Langkah-langkah pembantaian:
1. Cuci muka anda dengan air hangat.
2. Hidupkan lilin.
Oke sudah?
3. Tuangkan madu ke dalam sendok lalu bakar di atas api. Kalau yang punya oven bolehlah dipakai.
4.  Tunggu sampai anget-anget kuku gimanaaa gitchu.
5. Angkat dan ratakan ke bagian wajah yang terserang jerawat.
6. Tunggu 15-30 menit. Disarankan tidak terlalu lama apalagi bagi kamu yang melakukan treatment ini di luar ruangan. Nggak mau toh wajah anda bukannnya mulus justru nambah bentol gede hasil ciuman tawon. Tapi sejauh ini belum ada sih kasus semacam ini, mau coba???
6. Terakhir bersihkan bekas madu dengan handuk kecil yang telah dicelupkan ke dalam air hangat dahulu. Lalu basuh... basuh... basuh sampai bersih.

Lalu tisu buat apaan? Baiklah, sedikit tidak penting tapi akan  saya jelaskan. Ketika madu sudah kita ratakan di wajah, kadang-kadang ada yang meler-meler di wajah. Rasanya bo? Geli-geli gatel. Nggak enak pokoknya, jadi bisa pakai tisu buat ngelap yang meler-meler. Tuh kan, nggak penting.

Ya sudah, sekian dulu tips-tips cantik dari saya. Salam cantik. Salam damai. Selamat mencoba :)

*Terimakasih tak terhingga untuk pemberi kabar-kabur dan google atas info pembantai jerawatnya. Maknyusss tenan.

_Napis with Peace_

Minggu, 14 Juli 2013

Bikin Blog Baru Lagi

Ini bukan soal kurang kerjaan. Bukan juga soal  kebanyakan waktu luang. Ini cuma karena efek diri ini yang, Oh My God... pelupa. Lupa alamat e-mail... sering, lupa pasword... apalagi.

Buat kamu-kamu yang punya hobi lupa. Tenang saja, kita cuma harus tarik nafas dalam-dalam... keluarkan perlahan saat itu juga, jangan taun depan. Itu guyonan udah nggak lucu soalnya.. Setelah itu, kamu cuma perlu jedotin kepala kamu ke kue tart.

_Salam Damai Sedamai Damainya Napisss_

Minggu, 07 Juli 2013

Sedikit Bersajak Saja

Tentang Mimpi


Pernah ku...berkata pada semesta
Tentang cinta
Tentang cita
Sekedar menyuarakan asa saja
Bahwa cintaku yang seperti dia
Mengerti diri ini apa adanya
Dan citaku... seperti apa...
Mengelana kaki... menikmati semesta... bersama cinta...
Itu saja

Nafis with Peace
06.07.2013